Ahmad Mishary Abdul Fattaah


Cultivate your hunger, for you idealize
Motivate your anger, make them all realize
Climbing the mountain, never coming down
Breaking through the contents, never falling down
My knee is still shaking like I was twelve
Sneaking out the classroom, by the back door
A moral led me twice home, but I didn’t care
Waiting is wasting for people like me
Don’t try to look so wise, Don’t cry coz you’re so all right
Don’t drive its faiths or fears
Coz you will hate yourself in the end !
Asalkan Engkau tidak marah kepadaku,
Ketika Rasulullah menyadari bahwa usahanya tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Tha’if. Tetapi penduduk Tha’if tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu sehingga tubuh beliau berlumuran darah dan kata-kata penuh ejekan. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah saw menjumpai satu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut, kemudian beliau berdoa yang demikian sedihnya:
``Ya Allah, kepada Engkaulah aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Yang Maha Rahim, Engkaulah Tuhannya orang-orang yang lemah dan Engkaulah tuhanku. Kepada siapa Engkau menyerahkan diriku ? Apakah kepada musuh yang akan menerkam aku atau kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku, tidak ada keberatan bagiku asalkan Engkau tidak marah kepadaku. Sedangkan afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-MU yang mulia yang menyinari langit dan menerangi segala yang gelap dan atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu kepadaku atau turunnya ketidakridhaan-Mu kepadaku. Jauhkanlah murka-Mu hingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan-Mu ``


Demi kemuliaanMu wahai Tuhanku
Sekiranya Engkau mengusirku,
maka aku akan tetap berdiri di depan gerbangMu,
dan aku tidak akan berhenti untuk merayuMu
berkat pengetahuanku tentang kebaikanMu dan kemuliaanMu
serta lapangnya rahmatMu
Kepada siapa lagi seorang hamba datang kecuali pada Tuannya ?
Kepada siapa lagi seorang hamba bersandar kecuali pada Khaliqnya ?
Tuhanku,
seandainya engkau mengikatku dengan belenggu
dan menahan pemberianMu kepadaku diantara para saksi.
Engkau campakkan aibku didepan mata hamba-hambaMu
dan menyuruhku memasuki neraka.
Engkau pisahkan aku dari orang-orang yang berbakti kepadaMu
Maka takkan pernah kuputuskan harapanku padaMu,
dan takkan kupalingkan cita-citaku tuk harapkan maaf dariMu
CintaMu takkan lari dari kalbuku.
UntukMu sajalah aku bermalaman
Berjumpa denganMu adalah kesenanganku
Berhubungan denganMu adalah dambaan diriku
Karena kecintaan kepadaMu aku terlena
....Ketika damai Engkau tabur di hatiku
…Maka jadilah segumpal darah dalam 40 hari…Bismillah demi iman, Allah. bantu aku...
Ya ilahi....ilahi...ilahiii
Wahai pemilik diriku, yang semula menciptakanku. Wahai pengampun segala dosa, wahai pelindung sejati. Sungguh, benih ketakutanku semakin menjadi saat kuingat dosa. Ilahiii... kumohon ampunanMu, kumohon kasihsayangMu, kumohon bimbing daku disetiap langkah dalam hidupku untuk memperbaiki kesalahan dan dosaku.
Ya ilahiii ...ilahiii....ilahiii
Engkau cintai aku seakan tidak ada hamba lain selain diriku.
Tapi balasan cintaku sungguh tak sebanding bahkan khianat.
Engkau naungi daku disetiap detik hidupku seakan Engkau 'mengabdi' padaku
Tapi balasanku hanya mengundang murkaMu.
Ilahi...ilahii.....ilahiiiiii
Dadaku sesak, nafasku tersengal, perutku mual, kepala ku berat sekali saat kubaca ayat suciMu, Engkau berfirman disana bahwa para pendurhaka akan Engkau hempaskan ke neraka yang menyala. Saat kulihat diriku maka aku pun termasuk didalamnya. Padahal kemana lagi aku dapat menghindar??? Disana abadi...disana kekal...duh Ilahi
Aduhai..sungguh celaka benar diriku jika tak kujumpai ampunanMu.
Sungguh aku akan memohon ditengah perihnya siksa, permohonan hamba yang berat sekali hajatnya untuk Engkau maafkan segala kesalahannya.
Ilahi...Jika bukan karena janjiMu untuk memenuhi neraka dengan para pendurhaka tentu sejuk neraka terasa.
Tapi janjiMu pasti dipenuhi, ketetuanMu pasti terjadi.
Duhai penguasa jagat raya, penggenggam nyawaku, maafkan daku atas segala dosa yg telah kulakukan. Usap kepalaku dengan kasihsayangMu saat ku sujud dan bersimpuh di hadapanMu.
Ilahi...aku ingin belajar mencintaiMu disetiap tarikan nafasku
Ilahii ilahiii ilahiii
Ilahii ilahiii ilahiiii
Ilahi ilahii ilahii

[35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[36] Bertasbih kepada Allah di mesjid-mesjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
[37] laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.
[38] (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
[39] Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.
[40] Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun

. Nikon D70 with 17-35 mm F2,8. Location : Batuaji-Batam
The Land of Mishary
Sudah sejak lama aku begitu mengaguminya. Sungguh, hatiku benar-benar merindukannya. Dalam benakku selalu berkata, oh…seandainya suatu saat nanti aku menjadi ma’mum dan syeikh Misyari adalah imamnya..ahh, kapan kerinduan ini menemukan dermaganya ???.. surah apapun yang akan beliau bacakan nantinya, pintaku hanya satu yaitu beliau membaca surah yang panjang2.
Hari ini aku betul2 bahagia, subhanallah…entah mimpi apa aku tadi malam, aku menjumpai seorang imam sholat jumat di mesjid nurul islam – batam yang bacaan Alqurannya mirip sekali dengan Syeikh Misyary. Lelehan airmata sudah tak bisa lagi aku tahan, seperti air hujan yang tak mungkin aku cari penyumbatnya…aku betul2 cengeng, tapi aku tak peduli karena hatiku begitu damai dan tentram.
Aku sebenarnya pernah bertanya dengan seorang kawan karena rasa penasaranku yang besar tentang orang-orang yang membaca Alquran. Mengapa ketika alquran itu dibaca oleh orang-orang yang sholeh efeknya bagi yang mendengarkan betul-betul menghujam ke dasar hati terdalam, kerinduan akan akhirat seakan meledak-ledak. Kawanku memberikan jawabannya, begitulah Alquran ketika dibaca oleh orang2 yang sholeh, ia seperti buah yang harum dan manis rasanya. Kita seperti mengerti apa maknanya, karena dahulu ketika kita masih di alam ruh, kita pernah becakap-cakap dengan Alloh, dan Alquran itu adalah Kalamullah. Berbeda dengan kita yang penuh dosa ini…Astaghfirullah, ampuni aku ya Alloh yang berlumur dosa, melampaui batas dan amat sering lalainya.
Camera : Nikon d70 with 18-70mm



























